OLEH dr. Firdaus Wahyudi, Sp.OG




a1
a2
a3
a4
Sumber gambar: Dokumentasi RSUD SULTAN FATAHÂ Kabupaten Demak.
RSUD SULTAN FATAH Kabupaten Demak mengadakan Seminar Pre Eklamsia yang dipimpin oleh dr. Firdaus Wahyudi, Sp.OG yang merupakan dokter spesialis kandungan di RSUD SULTAN FATAH . Pr-eklamsia adalah kondisi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam urine. Kondisi ini terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Pre-eklamsia harus diberikan penanganan untuk mencegah komplikasi dan mencegahnya berkembang menjadi eklamsia yang dapat mengancam nyawa ibu hamil dan janin.Pre-eklamsia umumnya berkembang secara bertahap. Tanda dan gejala yang akan muncul seiring dengan perkembangan preeklamsia adalah:
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Proteinuria (ditemukannya protein di dalam urin)
Sakit kepala berat atau terus-menerus, lemas, dan tidak enak badan
Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau sensitif terhadap cahaya
Nyeri di perut kanan atas
Sesak napas
Frekuensi buang air kecil dan volume urine menurun
Mual dan muntah
Bengkak pada tungkai, tangan, wajah, dan beberapa bagian tubuh lain
Berat badan naik secara tiba-tiba
Pernah atau sedang menderita diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, penyakit autoimun, dan gangguan darah
Pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
Baru pertama kali hamil
Hamil lagi setelah jeda 10 tahun dengan kehamilan sebelumnya
Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
Mengandung lebih lebih dari satu janin
Mengalami obesitas saat hamil, yang ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) ≥30 kg/m2
Kehamilan yang sedang dijalani merupakan hasil metode bayi tabung (in vitro fertilization)
Ada riwayat preeklamsia dalam keluarga
Penyebab pre-eklamsia masih belum diketahui secara pasti. Meski demikian, ada dugaan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kelainan perkembangan dan fungsi plasenta, yaitu organ yang berfungsi menyalurkan darah dan nutrisi untuk janin. Kelainan tersebut menyebabkan pembuluh darah menyempit dan timbulnya reaksi yang berbeda dari tubuh ibu hamil terhadap perubahan hormon. Akibatnya, timbul gangguan pada ibu hamil dan janin.
Meskipun penyebabnya belum diketahui, sejumlah faktor berikut ini dinilai dapat memicu gangguan pada plasenta:
(https://www.alodokter.com/preeklamsia)
Seminar diadakan pada hari Sabtu, 5 September 2020 berlokasi di Ruang jasmine (verlos kamer) Gedung B . Seminar Pre-Eklamsia diikuti oleh 19 pegawai RSUD SULTAN FATAH . Pegawai yang hadir meliputi dokter umum, bidan dan perawat. Seminar berjalan tertib dan lancar. Dengan seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dokter, bidan dan perawat bisa mengelola pasien Pre Eklamsia dengan benar