Menu Tutup

SEMINAR DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK

SEMINAR DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK
OLEH dr. Ariawan Setiadi, Sp.A

[metaslider id=”3036″]
Dokumentasi :  RSUD Sultan Fatah Demak

Pada hari Kamis 4 Februari 2021 di Aula lantai satu gedung D RSUD SULTAN FATAH DEMAK dilkasanakan seminar oleh dr. Ariawan Setiadi, Sp.A. dengan judul Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak, Apa yang harus Dilakukan dan yang Jangan Dilakukan?
Seminar diikuti oleh dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lain di RSUD SULTAN FATAH DEMAK. Seminar berjalan dengan tertib, lancar dan bias diikuti via zoom atau youtube oleh seluruh karyawan.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu penyebab kematian anak yang cukup tinggi di sebagian negara Asia, termasuk Indonesia. Penyakit ini dibawa oleh virus Dengue melalui perantara nyamuk betina dari jenis Aedes aegypti.
Meski memiliki reputasi yang cukup mengerikan, perlu diketahui bahwa DBD memiliki derajat keparahan. Anak dengan DBD derajat ringan mungkin masih bisa dirawat di rumah. Akan tetapi, orang tua perlu mengerti terlebih dahulu gejala dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai dari penyakit DBD. (alodokter.com/saat-anak-terkena-demam-berdarah-dengue)
1. Tanda dan Gejala
Demam/panas tinggi secaara mendadak yang terjadi secara terus menerus selama 2-7 hari.
K epala nyeri
L emah
M ual, muntah
N yeri O tot & sendi
P erdarahan spontan
R uam
2. Manifestasi Klinis
a. Demam tinggi, timbul mendadak, kontinua, kadang bifasik
b. Berlangsung 2-7 hari
c. Muka kemerahan, anoreksia, myalgia, arthralgia
d. Nyeri epigastrial, muntah, nyeri abdomen
e. Kadang disertai sakit tenggorok
f. Faring dan Konjungtiva kemerahan
g. Dapat disertai kejang demam
3. Klasifikasi DBD WHO 1997
a. Derajat I
Demam dengan uji bendung positif
b. Derajat II
Demam dengan perdarahan spontan
c. Derajat III
Anak gelisah, biru sekitar mulut, kaki tangan dingin, tekanan darah turun, nadi lemah
d. Derajat IV
Anak syok berat, diam saja, tekanan darah tidak terukur, nadi tak teraba
1) Bukan berdasarkan hasil dengue blot (+) / NS 1 Dengue (+)
4. Yang Harus dilakukan
a. pantau selama demam
b. Cukup minum: air putih, susu, jus buah, elektrolit, frekuensi b.a.k baik setiap 4 – 6 jam
c. Hindari pemberian aspirin/NSAID/ibuprofen
d. Parasetamol 10mg/kgBB/kali apabila suhu > 38oC interval 4-6 jam
e. Kontrol kembali keesokan harinya
Ada kegawatan  RS
f. Sangat penting mendeteksi perembesan plasma untuk mencegah terjadinya syok
g. Perembesan plasma terjadi saat suhu tubuh turun (time of fever defervescence)
h. Penurunan trombosit merupakan indikator interaksi Ag-Ab masih berlangsung
i. Syok yang berkepanjangan tanda terjadi perdarahan masif
5. Pemeriksaan Penunjang
a. Hemoglobin, Hematokrit, Leukosit, Trombosit
Tidak perlu pemeriksaan IgG dan IgM dengue sebelum hari ke 5.IgM     Ig G    Interpretasi
(+)     (-)     Infeksi primer
(+)     (+)     Infeksi sekunder
(-)     (+)     Pernah terinfeksi
(-)     (-)     Tidak ada infeksib. Hipoalbuminemia, Serologi, Test antigen
c. Radiologi
1) RLD (Right Lateral Decubitus)
Indikasi Klinis RLD :
a) DSS
b) Pasien < 1 th , lab Hemokonsentrasi (-), tp tanda leakage (+)
c) Perjalanan klinis , anak makin sesak. (PEI ? Edema paru ?)
Tidak indikasi :
a) Pasien DBD saja
b) Evaluasi pasca Foto pertama PEI (+), ingin evaluasi ulang (klinis baik)

Dengan adanya seminar ini semoga menambah pengetahuan tentang tata laksana DBD pada anak dan bisa menangani dengan baik jika terjadi DBD pada pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *