
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Peradangan akibat infeksi biasanya bermula di paru-paru, sehingga kondisi ini sering disebut dengan TB paru. Beberapa orang menyebutnya TBC saja. Namun, nyatanya, infeksi M. tuberculosis juga dapat menyebar ke organ tubuh selain paru-paru, seperti kelenjar getah bening (limfa), tulang, ataupun usus.
Gejala tuberkulosis muncul akibat melemahnya fungsi sistem pernapasan sehingga berpengaruh pada penurunan kualitas hidup penderitanya.Dalam kondisi tertentu, bakteri penyebab tuberkulosis juga dapat memengaruhi organ tubuh lainnya sehingga kondisi kesehatan penderitanya semakin menurun.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pengidap tuberkulosis juga wajib mendapatkan pengobatan intensif yang menyeluruh. Mereka harus mengikuti cara minum obat TBC sesuai dengan jadwalnya. Maka dari itu, pengidap TBC membutuhkan bantuan perawatan dari orang terdekat, terutama anggota keluarga di rumah.Untuk membantu anggota keluarga yang terkena TBC sekaligus mengurangi risiko penularannya, diperlukan pengetahuan khusus seputar perawatan pasien tuberkulosis di rumah.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti.
- Sediakan ruangan khusus untuk pasien TBC
Tidak semua pengidap TBC harus menjalani perawatan secara isolasi. Pasien TB paru aktif pun bisa menjalani pengobatan rawat jalan. Namun, penderita TBC resistan obat (TB MDR) sebaiknya melakukan pengobatan di pusat rehabilitasi. Jika terpaksa dirawat di rumah, mereka harus beristirahat dalam kamar isolasi khusus.
Salah satu tips perawatan penderita TBC di rumah adalah memastikan mereka tidak sembarangan keluar ruangan isolasi. Meski begitu, bukan berarti Anda harus mengurungnya. Pastikan Anda memberikan pemahaman mengapa Anda melakukan hal ini. Beri tahu bahwa Anda bukan mengasingkannya, melainkan membatasi kontak langsung untuk sementara waktu.
Ingatkan bahwa TBC merupakan penyakit menular. Membatasi kontak langsung akan membantu mengurangi risiko penularan penyakit kepada orang-orang di sekitarnya.
- Selalu gunakan masker
Masker tidak hanya digunakan oleh anggota keluarga yang memberikan perawatan kepada pasien TBC di rumah. Anda juga perlu memperingatkan mereka yang ingin menjenguk untuk menggunakan masker atau pelindung wajah lainnya selama berada di ruangan tersebut.
Bahkan, lebih baik lagi jika pasien tidak dikunjungi dahulu selama beberapa waktu. Terutama oleh kelompok yang berisiko, seperti lansia dan anak-anak.Dengan begitu, Anda dapat mencegah penularan bakteri TBC yang dapat terjadi dengan sangat cepat.
- Mengingatkan mereka untuk minum obat
Satu lagi hal yang tidak boleh dilewatkan dalam perawatan penderita TBC di rumah adalah mengingatkan mereka untuk tidak lupa minum obat TBC. Jika obat tuberkulosis tidak dikonsumsi dengan benar, efek resistansi atau kebal terhadap obat bisa terjadi. Itu sebabnya, jangan pernah bosan untuk mengingatkan dan memastikan mereka minum obat sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
Akan lebih baik jika Anda bersedia membantu pasien dengan menjadi pengawas minum obat (PMO) TBC yang mengingatkan jadwal minum obat secara rutin. Agar tidak ikut lupa, Anda dapat membuat jadwal pada kalender, mengatur alarm pada ponsel, dan membuat catatan kecil yang diletakkan di tempat yang mudah terlihat.
Selain itu, Anda juga perlu mengingatkan pasien agar tidak lupa untuk menghadiri sesi konsultasi rutin dengan dokter sesuai yang sudah dijadwalkan. Dengan begitu, mereka mungkin tidak akan melewatkan pengobatan yang sangat berperan penting dalam proses penyembuhan.
- Mendengarkan keluh kesah pasien selama pengobatan
Melakukan perawatan untuk penderita TBC di rumah memang membutuhkan kesabaran yang tinggi. Keadaan yang terbatas sering kali membuat pasien frustrasi dan butuh teman curhat. Di sinilah peran Anda sangat dibutuhkan.
Selama proses penyembuhan yang mungkin berlangsung selama 6–8 bulan ini, akan ada saatnya pasien merasa lelah dan ingin berhenti menjalankan pengobatan. Belum lagi stigma akan penyakit ini membuat pasiennya merasa ditolak dan diasingkan.
Meski terkadang Anda juga lelah, cobalah untuk bertahan. Dengarkan apa yang menjadi keluhan dan kesedihan mereka dengan sabar.Jika waktunya tepat, cobalah untuk ingatkan kembali seberapa pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas. Tidak hanya untuk pasien, tapi juga orang di sekitarnya.
Hal ini mungkin dapat mendorong pasien untuk lebih bersemangat saat berkonsultasi dengan dokter dan mengonsumsi obat-obatan. Menghabiskan waktu dengan pasien tuberkulosis sejak awal setidaknya membuat mereka merasa mendapatkan dukungan dari orang terdekat selama menjalani pengobatan. Jika merasa kewalahan untuk merawat pasien sendiri, Anda juga bisa meminta bantuan dari anggota keluarga lain di rumah.
Pengobatan TBC merupakan proses yang rumit dan memakan waktu. Itu sebabnya, dukungan dari semua orang yang ada di rumah sangatlah berarti.