Menu Tutup

HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA

Hari Tanpa Tembakau diperingati pada 31 Mei setiap tahunnya. Perayaan ini ditujukan untuk memperingati publik bahaya penggunaan tembakau pada kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menciptakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 1987 untuk menyebarkan bahaya merokok pada publik, termasuk penyakit apa saja yang lebih berisiko diderita perokok.

Setiap tahun, WHO mengakui pencapaian para individu atau organisasi di setiap bidang pengendalian tembakau. Tahun ini, WHO mempersembahkan 2 penghargaan untuk dua pemenang dari Indonesia:

    1. Penghargaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia WHO Kawasan Asia Tenggara (South-East Asia Region WHO World No Tobacco Day Award): Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Organisasi Islam PP Muhammadiyah bergabung bersama kelima pemenang lainnya dari Kawasan WHO Asia Tenggara untuk menerima Penghargaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia atas kontribusinya yang signifikan dalam kebijakan dan program pengendalian tembakau pada tingkat nasional. Pada tahun 2010, Muhammadiyah mengeluarkan sebuah fatwa yang menetapkan rokok sebagai sesuatu yang haram atau dilarang bagi umat Muslim. Organisasi ini kemudian juga menambahkan rokok elektrik ke dalam fatwa tersebut pada tahun 2020, dan menegaskan bahwa rokok tersebut memiliki dampak yang sama berbahayanya seperti rokok biasa. Muhammadiyah terus memberikan dukungan dan komitmennya dalam program pengendalian tembakau di Indonesia, mulai dari memberikan dukungan untuk mempercepat amandemen Peraturan Pemerintah no. 109/2012, hingga memberikan bantuan kepada pemerintah kabupaten/kota dengan arahan strategis dan dukungan teknis dalam mengadopsi kebijakan pengendalian tembakau.
    2. Penghargaan Khusus Direktur Regional WHO (Regional Director’s Special Recognition Award): Bapak Fuad Baradja, Komisi Nasional (Komnas) Pengendalian Tembakau. Fuad Baradja, Mantan aktor Indonesia ini pernah aktif merokok hingga lebih dari satu dekade, sampai akhirnya berhenti di tahun 1991 karena masalah kesehatan. Setelah mengalami sendiri manfaat berhenti merokok, pada tahun 1998 Bapak Fuad Baradja bergabung dengan Smoking Control Foundation, lembaga swadaya masyarakat (LSM) pertama di Indonesia dalam bidang pengendalian tembakau. Dalam waktu satu tahun, ia mengunjungi 50 sekolah untuk mengajarkan anak-anak akan bahaya tembakau, sebagai bagian dari program edukasi LSM tersebut. Bapak Fuad Baradja memutuskan untuk meninggalkan karirnya di dunia hiburan dan fokus untuk mendukung kampanye berhenti merokok dengan cara mengunjungi berbagai kota dan kabupaten di Indonesia dan memberikan informasi akan dampak penggunaan tembakau kepada masyarakat.https://www.who.int/indonesia/news/detail/30-05-2021-penghargaan-hari-tanpa-tembakau-sedunia

Menurut data Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) pada 2016, Indonesia termasuk negara dengan penduduk perokok terbanyak di Asia Tenggara. Sebanyak 66 persen penduduk laki-laki usia dewasa Indonesia dan 6,7 persen penduduk perempuan merupakan perokok aktif. Indonesia juga menyumbang sebanyak 53,3 persen perokok. Sementara negara lainnya hanya menyumbang di bawah angka 15 persen. Angka perokok anak juga tak kalah sedikit. Menurut Global Youth Tobacco Survei pada 2019, sebanyak 19,2 pelajar Indonesia merokok. Jika tak segera ditangani, tentunya masa depan generasi muda bisa terancam.

Lepas dari rokok juga bisa mengurangi risiko terinfeksi Covid-19. Orang yang tidak merokok pun bisa lebih sehat sehingga kekebalan tubuhnya sanggup menghadapi virus SARS-CoV-2. “Ketika seseorang berhenti merokok, akan sedikit sekali kondisi mulut menyentuh tangan, sementara kita tahu bahwa tangan bisa saja membawa virus Covid-19, apalagi yang jarang cuci tangan,” kata dokter spesialis paru Feni Fitriani dalam kesempatan yang sama. Berhenti merokok tak hanya baik untuk kesehatan, tapi juga untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Tak ada kata terlambat untuk berhenti merokok.

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210527170108-255-647567/hari-tanpa-tembakau-berhenti-merokok-cegah-covid-19/1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *