[metaslider id=”5283″]
Sumber Gambar : Dokumentasi RSUD Sultan Fatah Demak
Jaman sudah berubah, hari ini junkgood sudah menjadi makanan sehari – hari, banyak masyarakat yang tidak mau repot untuk memasak karena kesibukan mereka. Sehingga mereka lebih suka untuk “klik delivery order” makanan cepat sajipun langsung datang. Pola hidup kurang sehat seperti ini yang membahayakan kesehatan, karena kadar kolesterol darah meningkat. Sehingga angka kematian akibat henti jantung juga ikut meningkat.
Data WHO tahun 2015 menunjukkan bahwa 70% kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan rincian 39,5 juta jiwa dari 56,4 juta kematian. Dan 45% dari PTM tersebut adalah diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah. Belum lagi standar Akreditasi Rumah Sakit yang mengharuskan semua SDM Rumah Sakit bisa melakukan Bantuan Hidup Dasar berupa Resusitasi Jantung Paru.
Dewan Pimpinan Komisariat RSUD Sultan Fatah Kabupaten Demak bekerja sama dengan MedStar Emergency mengadakan Pelatihan BT&CLS yang merupakan kegiatan terakhir dalam rangkaian peringatan HUT PPNI ke 48. Bertempat di aula lantai 1, dan Ruang Adenium di lantai 3 RSUD Sultan Fatah, selama 4 hari mulai 21-24 Maret 2022. Diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari perawat – perawat RSUD Sultan Fatah Kabupaten Demak. Pelatihan ini dilatih oleh Instruktur yang sudah terlatih dan pengalaman di bidang masing-masing. Adapun materi meliputi:
- Initial Assesment atau penanganan kegawatan kasus – kasus trauma yang mengancam jiwa, baik itu kecelakaan maupun korban kekerasan.
- Penanganan terhadap bencana, cara memilah dan memilih mana korban yang lebih memerlukan pertolongan ketika terjadi banyak korban.
- Penanganan terhadap serangan jantung, baik yang berupa gangguan ritme jantung, termasuk membaca hasil rekam jantung dari alat Electro Cardio Gram atau biasa disebut EKG / ECG.
- Code Blue yaitu pengananan jika terjadi henti jantung baik di lingkungan Rumah Sakit, maupun di luar Rumah Sakit serta penggunaan AED (Automatic Extrnal Defibrilator).
Selain meningkatkan kemampuan, kompetensi dalam penanganan kegawatan, setelah pelatihan ini kami harapkan ada sense of emergency pada diri masing-masing peserta pelatihan, sehingga mereka akan tanggap dan responsif terhadap suatu keadaan pasien yang memang mengancam jiwa.
Ada yang menarik dari pelaksanaan pelatihan ini, karena walaupun berlangsung selama 4 hari, dan tiap harinya selesai sampai malam, antusias peserta luar biasa, mereka ikuti kegiatan ini sampai selesai, padahal kebanyakan dari mereka, selain sebagai perawat mereka juga masih harus menjalankan tugas seorang ibu rumah tangga.
Semoga ilmu yang mereka dapatkan bisa bermanfaat.
Salam sehat.